Kumpulan puisi perihal hidup,
menanti dalam sepi
sambil mengharap ihsan Ilahi dikumpulkan penyair buat kali kedua untuk berkongsi pengalaman manusiawi
berkelana di gelanggang sunyi seraya mencoreng cerita-cerita lalu, kisah dingin dan hikayat sendiri dalam bait kata yang ringkas
ketika memujuk jiwa agar sederhana dalam menanti selagi ada huruf dan bait baris kata yang memahami.